Sabtu, 02 Februari 2013

MAKALAH EVOLUSI TELEMATIKA


MAKALAH EVOLUSI TELEMATIKA
NAMA : RORY ZULFI ZAYADI
KELAS  : 4KA11
NPM    :13109994
TUGAS : PENGANTAR TELEMATIKA

Di zamam pra-sejarah, manusia mengkomunikasikan pikiran, pengetahuan, dan gagasannya ke lingkungan sosialnya secara verbal. Dan dalam beberapa kasus, dengan menggunakan simbol-simbol material berupa ukiran pada batu, dinding gua, dan lain sebagainya. Komunikasi tertulis yang mula-mula dikembangkan memungkinkan informasi untuk disimpan dan dibaca oleh orang-orang lain di waktu-waktu kemudian. Penyimpanan dan pengalihan informasi melalui teknologi umumnya berlangsung secara lamban, mahal, dan membutuhkan banyak tenaga.

Dengan ditemukannya teknologi cetak ( printing technology ), informasi dapat dialihkan ke lebih banyak orang, di wilayah yang lebih luas, dan dengan biaya yang lebih murah. Di peralihan millennium sekarang ini, perkembangan media elektronik, mencakup radio, televise, dan telepon, telah memungkinkan penurunan waktu pengalihan informasi secara dramatik.

 Jarak geografis kini tidak lagi menjadi penghalang dalam proses komunikasi dan pertukaran informasi. Biaya penyimpanan dan pengantaran informasi secara elektronik kini telah semakin banyak ditentukan oleh kebijakan public, ketimbang oleh faktor-faktor teknikal semata. Misalnya, harga pusa telepon lebih terkait dengan kebijakan regulasi public dari pada harga actual yang dibutuhkannya.

Komputer-komputer digital dan media penyimpanan informasi berskala besar dan missal telah memungkinkan terwujudnya basis data dengan kemampuan untuk memproses dan memanipulasi informasi. Tidak dengan informasi tertulis, data yang tersimpan secara elektronik ini ‘ tak tampak ‘ bagi mata biasa, kecuali bagi perangkat keras dan lunak untuk melakukan decoding ( seperti komputer dengan kartu baca magnetic ).

Teknologi pemrosesan data secara elektronik ini bersama dengan teknologi komputer digital telah menghasilkan sebuah aliansi sinergis baru yang dikenal luas sebagai teknologi informasi, atau Teknologi Telematika. Ruang , waktu, dan biaya secara berangsur-angsur direduksi melalui aplikasi-aplikasi tekonologi komputer, penyimpanan missal, dan transmisi elektronikal dan optial.

Pengontrolan informasi dalam rangka teknologi seperti ini menjadi lebih terdistribusi ketimbang sebelumnya. Dan peranan-peranan pemerintah, agen-agen komersial, pengusaha-pengusaha swasta menjadi lebih sulit untuk dimengerti.

Sehubungan dengan uraian terebut di atas tentang telematika, maka kami akan membahas Perkembangan Telematika di Indonesia.

A. Pengertian Telematika

Telematika berasal dari bahasa perancis “Telematique” yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi (http://law.ui.ac.ic/lama/telematika/index.htm)
Teknologi Informasi merujuk pada sarana prasarana, sistem dan metode untuk perolehan, pengiriman, penerimaan, pengolahan, penafsiran, penyimpanan, pengorganisasian, dan penggunaan data yang bermakna ( Miarso, 2007 ).

Pada praktisi menyatakan bahwa “Telematics“ adalah singkatan dari “Telecommunication” and “informatics” sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu ( konvergensi ). Semula media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi komunikasi pada saat itu.

Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghindarkan media komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah Telematika kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara telekomunikasi, media dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah.

Konvergensi Telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau “The Net”. Dalam perkembangannya istilah “media” dalam Telematika berkembang menjadi wacana “multimedia”. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah “multimedia” semula hanya merujuk pada kemampuan sistem computer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambigus jika istilah Telematika dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika (http://law.ui.ac.ic/lama/telematika/index.htm).

Menurut instruksi presiden RI no.6 tahun 2001 tentang kerangka kebijakan perkembangan dan pendayagunaan telematika di Indonesia didapat pengertian telematika sebagai berikut : “……. Telekomunikasi, media dan informatika atau disingkat sebagai teknologi telematika…”.
(http://www.indonesia.go.id/id/produk_uu/isi/inpres2001/ip%206-2001%20lamp.html).

Alfin Toffler berpendapat bahwa teknologi telekomunikasi dan informatika , kini populer dengan nama telematika (Yuliar,2007).

Menurut Yusuf Hadi Miarso ( 2007 ) telematika merupakan sinergi teknologi telekomunikasi dan informatika untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary ( digital ). Telekomunikasi adalah sistem hubungan jarak jauh yang terjalin melalui saluran kabel dan nirkabel ( gelombang suara, elektromagnetik, dan cahaya ). Sedangkan informatika adalah pengelolaan data yang bermakna dengan sistem binary ( digital ). Istilah Teknologi dan Komunikasi (ICT = Information and Communication Technology ) yang lebih dikenal sekarang ini bermaksud memperluas pengertian telematika.

Jadi , dapat disimpulkan bahwa Telematika merupakan konvergensi antara teknologi Telekomunikasi , Media dan Informatika yang digunakan untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary / digital.

B. Fungsi Telematika

Selaras dengan pengertian telematika sebagai sarana komuikasi jarak jauh, maka fungsi dari telematika antara lain :

1. Penyampai informasi. Telematika digunakan sebagai penyampai informasi agar orang yang melakukan Komunikasi menjadi lebih berpengetahuan dari sebelumnya. Bertambahnya pengetahuan manusia akan meningkatan keterampilan hidup, menambah kecerdasan, meningkatkan kesadaran dan wawasan.

2. Sarana Kontak sosial hidup bermasyarakat. Interaksi sosial menimbulkan kebersamaan; keakraban, dan kesatuan yang akan melahirkan kerjasama. Telematika menjadi penghubung diantara peserta kerjasama tersebut, walaupun mereka tersebar dimana-mana. Telematika menjembatani proses interaksi sosial dan kerjasama sehingga menghasilkan jasa yang memiliki nilai tambah dibanding hasil perseorangan.

C. Perkembangan Telematika Di Indonesia

Peristiwa proklamasi 1945 membawa perubahan yang bagi masyarakat Indonesia, dan sekaligus menempatkannya pada situasi krisis jati diri. Krisis ini terjadi karena Indonesia sebagai sebuah negara belum memiliki perangkat sosial, hukum, dan tradisi yang mapan. Situasi itu menjadi ‘bahan bakar’ bagi upaya-upaya pembangunan karakter bangsa di tahun 50-an dan 60-an. Di awal 70-an, ketika kepemimpinan soeharto, orientasi pembangunan bangsa digeser ke arah ekonomi, sementara proses – proses yang dirintis sejak tahun 50-an belum mencapai tingkat kematangan.

Dalam latar belakang sosial demikianlah telekomunikasi dan informasi, mulai dari radio, telegrap, dan telepon, televise, satelit telekomunikasi, hingga ke internet dan perangkat multimedia tampil dan berkembang di Indonesia. Perkembangan telematika penulis bagi menjadi 2 masa yaitu masa sebelum atau pra satelit dan masa satelit.

1. Masa Pra-Satelit

Radio dan Telepon

Di periode pra satelit (sebelum tahun 1976), perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia masih terbatas pada bidang telepon dan radio. Radio Republik Indonesia (RRI) lahir dengan di dorong oleh kebutuhan yang mendesak akan adanya alat perjuangan di masa revolusi kemerdekaan tahun 1945, dengan menggunakan perangkat keras seadanya. Dalam situasi demikian ini para pendiri RRI melangsungkan pertemuan pada tanggal 11 September 1945 untuk merumuskan jati diri keberadaan RRI sebagai sarana komunikasi antara pemerintah dengan rakyat, dan antara rakyat dengan rakyat.

Sedangkan telepon pada masa itu tidak terlalu penting sehingga anggaran pemerintah untuk membangun telekomunikasipun masih kecil jumlahnya. Saat itu, telepon dikelola oleh PTT (Perusahaan Telepon dan Telegrap) saja. Sampai pergantian rezim dari Orla ke Orba di tahun 1965, RRI merupakan operator tunggal siaran radio di Indonesia. Setelah itu bermunculan radio – radio siaran swasta. Lima tahun kemudian muncul PP NO. 55 tahun 1970 yang mengatur tentang radio siaran non pemerintah.

Periode awal tahun 1960-an merupakan masa suram bagi pertelekomunikasian Indonesia, para ahli teknologi masih menggeluti teknologi sederhana dan “kuno”. Misalnya saja, PTT masih menggunakan sentral-sentral telepon yang manual, teknik radio High Frequency ataupun saluran kawat terbuka (Open Were Lines). Pada masa itu, banyak negara pemberi dana untuk Indonesia – termasuk pendana untuk pengembangan telekomunikasi, menghentikan bantuannya. Hal itu karena semakin memburuknya situasi dan kondisi ekonomi dan politi di Indonesia.

Tercatat bahwa pada masa 1960-1967, hanya Jerman saja yang masih bersikap setia dan menaruh perhatian besar pada bidang telekomunikasi Indonesia, dan menyediakan dana walau di masa-masa sulit sekalipun. Ketika itu pengembangan telekomunikasi masih difokuskan pada pengadaan sentra telepon, baik untuk komunikasi lokal maupun jarak jauh, dan jaringan kabel. Indonesia saat itu belum memiliki satelit. Sentral telepon beserta perlengkapan hubungan jarak jauh ini diperoleh dari Jerman. Pada saat itu, Indonesia hanya dapat membeli produk yang sama, dari perusahaan yang sama, yakni Perusahaan Jerman. Tidak ada pilihan lain bagi Indonesia.

Keleluasaan barulah bisa dirasakan setelah di tahun 1967/1968 mengalir pinjaman-pinjaman ke Indonesia, baik bilateral ataupun pinjaman multilateral dari Bank Dunia, melalui pinjaman yang disepakati IGGI. Akan tetapi, pada masa inipun inovasi dalam pemfungsian teknologi telekomunikasi masih belum berkembang dengan baik di negeri ini. Peda dasarnya kita memberi dan memakai perlengkapan seperti switches, cables, carries yang sudah lazim kita pakai sebelumnya.

Televisi

Badan penyiaran televisi lahir tahun 1962 sebelum adanya satelit yang semula hanya dimaksudkan sebagai perlengkapan bagi penyelenggara Asian Games IV di Jakarta. Siaran percobaan pertama kali terjadi pada 17 Agustus 1962 yang menyiarkan upacara peringatan kemerdekaan RI dari Istana Merdeka melalui microwave. Dan pada tanggal 24 Agustus 1962, TVRI bisa menyiarkan upacara pembukaan Asian Games, dan tanggal itu dinyatakan sebagai hari jadi TVRI.

Terdorong oleh inovasi, akhirnya pada tanggal 14 November 1962 untuk pertama kalinya TVRI memberanikan diri melakukan siaran langsung dari studio yang berukuran 9x11 meter dan tanpa akustik yang memadai. Acaranya terbatas, hanya berupa permainan piano tunggal oleh B.J. Supriadi dengan pengaruh acara Alex Leo.

Lebih setahun setelah siaran pertama, barulah keberadaan TVRI dijelaskan dengan pembentukan Yayasan TVRI melalui Keppres No. 215/1963 tertanggal 20 oktober 1963. Antara lain disebutkan bahwa TVRI menjadi alat hubungan masyarakat (mass communication media) dalam pembangunan mental/spiritual dan fisik daripada Bangsa dan Negara Indonesia serta pembentukan manusia sosialis Indonesia pada khususnya.

Sampai tahun 1989, TVRI merupakan operator tunggal di bidang penyiaran televise.
Jadi sebelum satelit palapa mengorbit, Indonesia hanya mengenal telekomunikasi yang bersifat terestrial, yakni yang jangkauannya masih dibatasi oleh lautan. Telekomunikasi seperti ini tidak bisa menjangkau pulau-pulau kecuali melalui penggunaan SKKL (Saluran Komunikasi Kabel Laut) yang mahal dan sulit dipergunakan.

2. Masa Satelit

Satelit Domestik Palapa

Gagasan tentang peluncuran satelit bagi telekomunikasi domestik di Indonesia bisa ditelusuri asal muasalnya dari sebuah konferensi di Janewa tahun 1971 yang disebut WARCST (World Administrative Radio Confrence on Space Telecomunication).

Pada konferensi itu di tampilkan pila pameran dari perusahaan raksasa pesawat terbang Hughes. Perusahaan inilah yang mengusulkan ide pemanfaatan satelit bagi kepentingan domestik Indonesia. Hal tersebut disambut oleh Suhardjono yang berlatar belakang militer dan membawa masalah satelit itu sampai ke Presiden RI.

Selain pertimbangan kelayakan ekonomi dan teknis, sejarah peluncuran satelit ini juga diwarnai oleh kepentingan politik dimana hubungan antara Indonesia dengan negara- negara lain sudah mulai bersahabat. Di sisi lain, satelit memungkinkan penyebaran luas ideologi negara ke masyarakat luas melalui TV, satelit juga menguntungkan secara ekonomi.

Komunikasi tentang cara-cara menggali sumber daya alam dapat berlangsung dengan mudah. Ini berlaku untuk kasus tembaga pura (Freeport) dan di Dili. Peluncuran satelit Palapa di Cape Canaveral, Florida, bulan Agustus 1976 pada panel peluncuran terdapat 3 orang Indonesia dan perwakilan dari perusahaan NASA dan Hughes.

Kejadian ini diresmikan juga melalui pidato kenegaraan oleh presiden Soeharto di Jakarta, tanggal 16 Agustus 1976. ini merupakan satu- satunya proyek teknologi yang mendapat tempat terhormat di gedung Parlemen. Namun peluncuran satelit itu merupakan kebijakan nasional yang gagasan awalnya dicetuskan oleh pemerintah.

Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa Indonesia pernah mengalami ancaman perpecahan. Untuk mempersatukan tanah air yang sangat luas ini diperlukan sarana perhubungan yang mencakup seluruh wilayah nusantara. Proses kelahiran satelit ini hanya melibatkan sedikit teknokrat dan teknolog yang berpihak pada kepentingan Orba.

Dampak Setelah Adanya Satelit Palapa

Dengan semakin bergantungnya Indonesia pada teknologi satelit, muncullah sejumlah perusahaan yang bergerak dalam produksi perlengkapan terkait, seperti RFC (milik Iskandar Alisjahbana), LEN (milik Kayatmo), PT. INTI. Setelah periode itu, aspek bisnis di dunia telekomunikasi mencuat. Inovasi lebih banyak terjadi pada penyediaan layanan, sementara pengembangan teknologi untuk komponen berkurang.

Pertumbuhan ekonomi yang pesat di tahun 1988 membuat kebutuhan telekomunikasi melonjak secara drastis. Untuk memenuhi kebutuhan telepon yang melonjak, disadari pemerintah perlunya perubahan regulasi, yang kemudian membuahkan UU no. 3 tahun 1989 tentang pengertian telekomunikasi yang diperluas hingga mencakup alat pengiriman data seperti facsimile dan telex, dan lain-lainnya.

Sebelum lahirnya UU ini, Telkom dan Indosat disebut sebagai badan penyelenggara telekomunikasi yang menyediakan seluruh jejaring dan layanan jasa. Dampak positif dari berlakunya UU tersebut adalah mulai masuknya pihak-pihak swasta dengan modal yang besar, walaupun dalam skala usaha yang terbatas.

Mereka datang dengan membawa teknologi baru, tenaga ahli, manajemen yang baru. Ini semua kemudian menciptakan iklim usaha yang baru dalam penyelenggaraan telekomunikasi di Indonesia. Dengan terlibatnya pihak asing dalam pengadaan dana, teknologi dan menejemen, perkembangan teknologi telekomunikasi berkembang dengan pesat. Hal ini terjadi sekitar tahun 1990-an dan dampaknya terlihat mulai tahun 1991 khususnya terlihat jelas bahwa jangkauan telekomunikasi di Indonesia menjadi bertambah luas.

Perkembangan teknologipun berkembang pesat, mulai dari pesawat telepon manual ke otomatis, dan dari analog menjadi digital. Pada gilirannya perkembangan ini menuntut adanya pengaturan infrastruktur dan standarisasi peralatan. Tak lama kemudian masuklah teknologi mobile-telecommunication.

Berkembanglah pemakaian handphone yang bardampak tumbuhnya usaha-usaha yang tidak hanya menyediakan layanan atau jejaring saja, melainkan juga membangun pabrik-pabrik dalam upaya pemenuhan kebutuhan akan kabel. Menarik untuk dicatat bahwa di era serbuan bisnis telekomunikasi itu, ternyata kaidah dan aturan bisnis professional tidak sepenuhnya diikuti.

Sementara itu faktor politik tampaknya justru mengambil peranan penting. Kala itu terjadi campur tangan bisnis dari “Keluarga Cendana” yang mengambil peranan sebagai mitra bisnis PT Telkom dan Indosat yang kemudian diikuti oleh krono-kroni mereka seperti Liem Sio Liong melalui “Sinar Mas”- nya dan lain-lain. Di era emas telekomunikasi itu, tumbuh dorongan kuat agar Bank Indonesia membuka pintunya lebar-lebar bagi pihak swasta asing.

Bahkan mereka menginginkan adanya privatisasi Telkom dan Indosat dalam penyelenggaraannya. Dampak dari dorongan ini mencuatnya pandangan bahwa regulasi yang ada sudah tidak memadai lagi. Di sekitar tahun 1996, mulailah disusun rencana untuk meninjau kembali UU No. 3 tahun 1989.

Beberapa hal yang diperhatikan dalam review ini adalah :

1. Perkembangan teknologi tahun 1995-1996 itu berbeda sekali dengan di tahun 1990. ini terutama terjadi akibat konvergensi teknologi, sebagai fungsi dari berbagai jenis jasa berubah dan timbul jasa-jasa baru yang perlu diakomodasikan. Konvergensi teknologi bahkan memungkinkan teknologi dipadu dengan broadcasting, sehingga timbullah telematika, teleinformatika, teknologi informasi dan lain-lain yang menuntut kebijakan dan peraturan yang baru.

2. Perkembangan teknologi informasi dan broadcasting itu ternyata tidak hanya berpengaruh pada masalah politik, dalam artian berita, tetapi juga iklan yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis. Lebih jauh lagi dengan berkembangannya telebanking, telekumunikasi sebelumnya dilihat hanya sebagai public utility, kini berubah menjad bisnis opportunity.

3. Globalisasi ekonomi menciptakan suasana kompetisi yang semakin ketat. Ini menuntut penyelenggaraan telekomunikasi dengan kualitas layanan yang semakin tinggi.
Setelah satelit Palapa mengorbit, jangkauan telekomunikasi Indonesia bisa meliputi seluruh nusantara, dan bahkan ke luar wilayah nusantara. Satelit telekomunikas itu kemudian bisa dimanfaatkan bukan untuk telepon tetapi juga untuk berbagai macam keperluan lain seperti, pengiriman facsimile, telex, dan pengiriman berbagai informasi dalam bentuk lain termasuk broadcasting. Setelah perkembangan itu semua terwujud, masyarakat melihat pentingnya peranan telekomunikasi bagi kehidupan suatu bangsa.

Nusantara 21

Perkembangan satelit dipacu lebih lanjut dengan diresmikannya “Nusantara 21” (N21) oleh presiden RI pada tanggal 27 Desember 1996. Menggelindingnya N21 menjadi masukan utama untuk pembentukan Tim koordinasi Telematika Indonesia (TKTI) melalui Kepres No. 30 tahun 1997. Tugas TKTI menurut Inpres No.6 tahun 2001 tentang pengembangan dan Pendayagunaan Telematika di Indonesia adalah :

(1) Mengkoordinasikan perencanaan dan memelopori program aksi dan inisiatif untuk meningkatkan perkembangan dan pendayagunaan teknologi telematika Indonesia serta memfasilitasi dan memantau pelaksanaannya,

(2) Memperkuat kemampuan menggalang sumber daya yang ada di Indonesia guna mendukung keberhasilan pelaksanaan semua arah pengembangan dan pendayagunaan teknologi telematika, melaksanakan forum untuk membangun consensus antar pihak-pihak terkait di sector pemerintah dan swasta, serta akses mengakses pengalaman internasional dalam mengembangkan sistem infrastruktur infomasi nasional.

Tim ini diketuai oleh Menko Produksi Industri Strategis (Ginanjar Kartasasmita), wakil ketua Menparpostel, beranggotakan tujuh menteri departemen (Menkeu, Menhankam, Menpen, Mendagri, Menperindag, Menaker, dan Mendikbud) serta lima menteri negara (Mensesneg, Menristek, MenPAN, Menivest, Men-PPN).

Visi N21 adalah menyediakan wahana berbasis teknologi telekomunikasi dan informatika nasional di dalam proses transformasi bangsa Indonesia dari masyarakat tradisional (traditional society) menjadi sebuah masyarakat yang berwawasan IPTEK dan berbasis pengetahuan (knowledge based society).

Konsep N21 merupakan jawaban atas tantangan globalisasi komunikasi dan informasi berupa jaringan komunikasi terpadu. N21 menggunakan kerangka pendekatan, antara lain, (a) Memanfaatkan semua teknologi yang dapat mendukung pembangunan di semua sektor; dan (b) membentuk suatu jaringan maya informasi atau adi marga informasi (virtual information network atau anformation superhighway) yang menghubungkan seluruh pelosok tanah air.

Dengan dikembangkannya N21 maka pada tahun 2000 atau memasuki abad 21 seluruh kecamatan di Indonesia akan mempunyai akses ke semua teknologi komunikasi dan computer (K-2) dalam suatu jaringan terpadu yang didukung oleh 11 sistem satelit komunikasi. Sekarang ini baru ada tiga sistem satelit yang beroperasi, yaitu PSN dengan Palapa 1. telkom dengan Palapa B4 dan B 2R, dan satelindo dengan Palapa C 1 dan C 2. Pengembangan infrastruktur fiik mengandung tiga kemungkinan penggunaan, yaitu : (1) Adiguna Marga Kepulauan (Archipelagic Super Highway), (2) Kota Multimedia (Multimedia Cities); dan (3) Nusantara Multimedia Community Acces Centers ( Pusat Akses Masyarakat Multimedia Nusantara).

Tim Koordinasi Telematika Nasional secara paripurna merumuskan cetk biru pengembangan telematika yang mencakup tiga kelompok utama, yaitu infastruktur, aplikasi, dan sumber daya.

1. Infrastruktur

Menurut Jonathan L.Parapak (Presiden komisaris PT.Indosat) dalam http://www.bogor.net, perkembangan infrastruktur ini dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain kebijakan nasional sector telekomunikasi, regulasi sector, kondisi ekonomi makro, kemampuan para pelaku nasional. Pada tatanan kebijakan patut dicatat beberapa kemajuan yang sangat penting, antara lain diundangkannya UU tentang Telekomunikasi no. 36 tahun 1999 dan dikeluarkannya cetak biru kebijaksanaan tentang telekomunikasi di Indonesia tanggal 20 Juli 1999.

Pada tatanan regulasi telah dicapai beberapa perkembangan penting antara lain dimungkinkannya pern swasta dan masyarakat yang semakin tinggi dalam pengembangan regulasi yang telah terwujud dalam penetapan tariff dan interkoneksi standard, dan lain-lain. Pada tatanan penyelenggaraan kondisi monopoli dan duopoli yang masih menghambat peran swasta dan masyarakat lebih besar, keadaan ekonomi yang baru tumbuh sangat mempengaruhi daya beli masyarakat.

Dalam kondisi ini, kelihatannya sasaran pembangunan infrastuktur baik adimarga informasi, multimedia city akan mengalami penundaan. Namun demikian perlu dicatat bahwa PT.Telkom telah berupaya membangun lingkar-lingkar adimarga kepulauan dan infrastruktur multimedia di Jakarta. Infrastruktur informasi telah maju selangkah dengan beroperasinya satelit Telkom 1.

Salah satu aspek yang penting adalah pemanfaatan secara optimal infrastruktur yang ada. Tampaknya perlu dikembangkan kebijaksanaan baik pada tingkat pemerintah maupun pada tingkat penyelenggaraan agar investasi yang telah dilakukan dapat termanfaatkan dengan berdaya guna dan berhasil guna bagi berbagai komponen masyarakat, baik pendidikan, layanan kesehatan, pemerintahan maupun kegiatan bisnis.

2. Aplikasi Telematika

Aplikasi telematika Indonesia terfokus pada pemberdayaan aparatur negara, pemerkayaan hidup masyarakat (telemedik, telekarya, pendidikan), penciptaan daya saing bisnis (perbankan,pos,pariwisata,manfaktur), pembangunan informasi dasar dan aplikasi telematika perlu dilihat dari tatanan kebijakan, regulasi, dan penyelenggaraan yang di manfaatkan masyarakat.

Dari sudut pandang kebijakan tampaknya belum terasa perkembangan yang menonjol. Isu kelembagaan masih banyak diperbincangkan, UU yang terkait dengan atau tentang telematika (cyber law) masih jauh dari harapan. Beberapa aspek regulasi yang mendesak, misalnya pengaturan secure transaction, public ke infrastructure registration authority, electronic payment, certification authority masih belum dilaksanakan.

Namun, perhatian pada perlindungan hak kekayaan intelektual semakin tinggi dan upaya untuk memantapkan regulasi semakin mendapat perhatian dari berbagai pihak. Di lapangan dapat dicatat perkembangan yang menggembirakan dengan semakin meluasnya homepage, berkembangnya aplikasi seperti E-commerce, E-Banking, E-Brokerage, dan lain-lai.

Sektor pemerintah nampaknya berkembang lamban karena kendala keuangan dan sumber daya manusia. Beberapa kelompok usaha seperti PT. Telkom, Indosat, Lippo e nett, nampaknya semakin giat untuk mengejar ketertinggalan masyarakat kita di bidang aplikasi. Aplikasi seperti E-government, tele-education, telemedicine masih dalam taraf mula yang perlu di dorong berbagai pihak.

3. Sumber Daya Telematika

Dalam bidang sumber daya , diarahkan pada pengembangan SDM, industri dalam negeri, hukum dan perdagangan, serta kultur informasi. Secara umum dirasakan bahwa SDM di dalam negeri belum memenuhi harapan untuk berperan dalam pengembangan teknologi yang berubah begitu cepat.

Namun demikian, cukup banyak pula SDM Indonesia di bidang telematika yang bekerja di luar negeri termasuk di sentra-sentra keunggulan. Usaha berbagai pihak khusunya sector swasta, nampaknya cukup menggembirakan antara lain dikembangkannya cyber campus seperti ITB, UPH, dan lain-lain. Yang sangat memprihatinkan adalah pengembangan industri dalam negeri.

Walaupun berbagi konsep telah cukup lama di bicarakan seperti Hightech Park di Bandung, Serpong dan lain-lain sampai saat ini belum mencapai kemajuan berarti. Oleh karena itu perlu dikembangkan kebijaksanaan nasional untuk mendorong berkembangnya industri dalam negeri di bidang telematika antara lain sistem insentif.

Dalam mempromosikan visi N21, inisiasi perlu datang dari pemerintah. Namun secara bertahap dan interaktif, visi ini perlu mengakomodasi kebutuhan yang khas dari berbagai kelompok masyarakat maupun departemen. Untuk itu keterlibatan berbagai kelompokmasyarakat dalam merumuskan dan mewujudkan program-program telematika perlu ditumbuhkembangkan secara berangsur-angsur.

Hal ini pada gilirannya akan membatasi peranan pemerintah, khususnya dalam hal pengadaan dan pengelolaan kandungan informasi. Control informasi dari pemerintah justru dipandang sebagai faktor penghambat bagi upaya penyejahteraan masyarakat melalui jejaring telekomunikasi.

D. Peran Telematika

Berdasarkan perkembangan telematika tersebut diatas, telematika di Indonesia memiliki tiga peran pokok, antara lain :

1. Mengoptimalkan proses pembangunan. Telematika memberikan dukungan terhadap manajemen dan pelayanan kepada masyarakat berupa sarana telekomunikasi yang memuahkan masyarakat saling berinteraksi tanpa terhalang jarak. Dengan telematika, proses komunikasi menjadi mudah sehingga mudah pula untuk menyebarkan informasi dari satu daerah ke daerah lain.

2. Meningkatkan Pendapatan. Produk dan jasa teknologi telematika merupakan komoditas yang memberikan peningkatan pendapatan bagi perseorangan, dunia usaha bahkan negara dalam bentuk devisa hasil ekspor jasa dan produk industri telematika.
3. Pemersatu bangsa. Teknologi telematika mampu menyatukan bangsa melalui pengembangan sistem informasi yang menghubungkan semua institusi dan area dengan cepat tanpa terhalang jarak daerah masing-masing.

E. Pemanfaatan Telematika di Bidang Pendidikan

Menurut Miarso (2004) terdapat sejumlah pilihan alternatif pemanfaatan di bidang pendidikan, yaitu :

1. Perpustakaan Elektronik

Perpustakaan yang biasanya arsip-arsip buku dengan di Bantu dengan teknologi informasi dan internet dapat dengan mudah mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi agresif dalam berinteraksi dengan penggunanya. Homepage dari The Library of Congress merupakan salah satu perpustakaan yang terbesar di dunia. Saat ini sebagian informasi yang ada di perpustakaan itu dapat di akses melalui internet.

2. Surat Elektronik (email)

Dengan aplikasi sederhana seperti email maka seorang dosen, pengelola, orang tua dan mahasiswa dapat dengan mudah berhubungan. Dalam kegiatan di luar kampus mahasiswa yang menghadapi kesulitan dapat bertanya lewat email.

3. Ensiklopedia

Sebagian perusahan yang menjajakan ensiklopedia saat ini telah mulai bereksperimen menggunakan CD ROM untuk menampung ensiklopedia sehingga diharapkan ensiklopedia di masa mendatang tidak hanya berisi tulisan dan gambar saja, tapi juga video, audio, tulisan dan gambar, dan bahkan gerakan. Dan data informasi yang terkandung dalam ensklopedia juga telah mulai tersedia di internet. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan maka data dan informasi yang terkandung dalam ensiklopedi elektronik dapat diperbaharui.

4. Sistem Distribusi Bahan Secara Elektronis ( digital )

Dengan adanya sistem ini maka keterlambatan serta kekurangan bahan belajar bagi warga belajar yang tinggal di daerah terpencil dapat teratasi. Bagi para guru SD yang mengikuti penyetaraan D2, sarana untuk mengakses program ini tdk menjadi masalah karena mereka dapat menggunakan fasilitas yang dimiliki kantor pos yang menyediakan jasa internet.

5. Tele-edukasi dan Latihan Jarak Jauh dalam Cyber System

Pendidikan dan pelatihan jarak jauh diperlukan untuk memudahkan akses serta pertukaran data, pengalaman dan sumber daya dalam rangka peningkatan mutu dan keterampilan professional dari SDM di Indonesia. Pada gilirannya jaringan ini diharapkan dapat menjangkau serta dapat memobilisasikan potensi masyarakat yang lain, termasuk dalam usaha, dalam rangka pembangunan serta kelangsungan kehidupan ekonomi di Indonesia, baik yang bersifat pendidikan formal maupun nonformal dalam suatu “cyber system”.

6. Pengelolaan Sistem Informasi

Ilmu pengetahuan tersimpan dalam berbagai bentuk dokumen yang sebagian besar tercetak dalam bentuk buku, makalah atau laporan informasi semacam ini kecuali sukar untuk diakses, juga memerlukan tempat penyimpanan yang luas. Beberapa informasi telah disimpan dalam bentuk disket atau CD ROM, namun perlu dikembangkan lebih lanjut sistem agar informasi itu mudah dikomunikasikan. Mirip halnya dengan perpustakaan elektronik, informasi ini sifatnya lebih dinamik (karena memuat hal-hal yang mutakhir) dapat dikelola dalam suatu sistem.

7. Video Teleconference

Keberadaan teknologi ini memungkinkan siswa atau mahasiswa dari seluruh dunia untuk dapat berkenalan, saling mengenal bangsa di dunia. Teknologi ini dapat digunakan sebagai sarana diskusi, simulasi dan dapat digunakan untuk bermain peran pada kegiatan pembelajaran yang berfungsi menumbuhkan kepercayaan diri dan kerjasama yang bersifat sosial.

Banyak faktor yang mempengaruhi dilaksanakan atau tidaknya potensi teknologi telematika. Faktor utama, menurut Miarso (2004) adalah adanya komitmen politik dari para pengambil kebijakan dan ketersediaan para tenaga terampil.

F. Dampak Penggunaan Telematika

Berbagai macam bentuk yang menjadi dampak penggunaan telematika merebak luas pada masyarakat. Dampak ini akan memunculkan dan merubah pola kehidupan, bekerja, berusaha bahkan merubah falsafah pada bidang-bidang tertentu. Dampak yang pasti adalah akan terjadinya perubahan minat bekerja yang lebih efisien dalam arti benefit to cost ratio, efektif dalam arti kualitas produk, jasa, dan pemerataan distribusi produk jasa kepada masyarakat. Dampak yang akan muncul penggunaan telematika baik secara langsung maupun tidak langsung, yaitu :

1. Penghematan transportasi dan bahan bakar.
2. Menghindarkan jam-jam yang tidak produktif menjadi lebih produktif.
3. Mengembangkan konsep kegiatan tersebar secara merata ke seluruh daerah.
4. Menyuguhkan banyak pilihan sarana telekomunikasi.

G. Posisi Indonesia Dalam Bidang Telematika

Sejak AS, sebagai negara yang paling awal mempunyai inisiatif dalam pembangunan superhighways informasi, meluncurkan The National Infrastructure Information-nya pada tahun 1991, banyak negara industri lainnya mengikutinya. Bulan Februari 1996 Inggris dan Jerman memperkenalkan kebijakan-kebijakan superhighways informasi mereka, yaitu The Information Society Initiative di Inggris dan program The Info 2000 di Jerman.

Tak lama kemudian di tahun 1996, negara di Asia Tengah mengikutinya, seperti Filipina dengan Tiger, Malaysia dengan Multimedia Super Corridor (MSC) dan Singapura dengan Singapore-ONE. Dan di tahun 1997 Indonesia meluncurkan kebijakan superhighways informasi dengan nama Nusantara 21.

Beda antara Nusantara 21 dengan kebijakan superhighways informasi negara lain dapat dijelaskan oleh 4 hal yaitu :

a. Evolusi Teknologi

Teknologi terus berubah. Prakiraan perkembangan teknologi di masa mendatang sangat beragam. Di antara banyak negara tidak ada persetujuan mengenai kebutuhan untuk menghubungkan dengan kabel tempat-tempat paling jauh. Beberapa pakar berfikir bahwa teknologi wireless yang didukung oleh satelit dengan orbit rendah mungkin dapat mewujudkan komunikasi broadband dengan baik. Di Indonesia tampaknya terjadi evolusi teknologi yang unik. Mengingat masyarakat Indonesia sebagian besar tinggal di pedesaan dan banyak yang buta huruf, sehingga tampaknya teknologi visual dan pembicaraan (speech) akan lebih mendapat tempat di masyarakat daripada teknologi informasi dengan tulisan (text).

b. Struktur pasar dan strategi industri

Para aktor strategi industri yang terlibat dalam pembuatan superhighways informasi tidak tergantung pada negara dimana mereka tinggal. Strategi-strategi dari para aktor utama dalam industri content juga menggambarkan ketidakpastian mengenai masa depan peralatan layanan informasi yang akan digunakan.

Karena tergantung struktur pasar, bisa jadi di masa depan strategi yang tepet berada dalam pilihan alternatif antara lain multimedia ( seperti CD-ROM, perangkat lunak PC dan piringan video digital) atau kabel (seperti TV kabel, telekomunikasi kabel dengan serat optic) atau jejaring telekomunikasi dari berbagai jenis teknologi telekomunikasi.

Di Indonesia struktur pasarnya cukup beragam, ada wilayah urban, suburbia, dan rural. Untuk urban semua alternatif seperti multimedia, kabel, jejaring, telekomunikasi dapat dipertimbangkan. Tetapi untuk daerah suburbia dan rural, tampaknya yang paling tepat adalah jejaring telekomunikasi dari berbagai teknologi yang sebelumnya telah ada dan tinggal mengalami beberapa penyempurnaan, oleh karena itu Nusantara 21 dipersiapkan mengadopsi jejaring telekomunikasi dari berbagai jenis teknologi telekomunikasi.

c. Penyusunan Institusional

Kebijakan – kebijakan superhighways informasi melibatkan berbagai badan atau agen pemerintah yang berkoordinasi secara fungsional, sektoral ataupun territorial. Dalam fungsinya, di AS atau Inggris, pemerintah tidak mengontrol seluruh proses kebijakan karena telah ada agen-agen regulasi independent. Secara sektoral, konflik dan persaingan institusional dapat terjadi di antara departemen pemerintah.

Di Indonesia yang berperan dalam N21 merupakan tim yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI) yang melibatkan banyak menteri sesuai keppres 30 tahun 1997. Hal ini menunjukkan peran pemerintah Indonesia masih sangat besar dibandingkan peran swasta, masyarakat dan lain-lain. Adapula institusi yang lemah posisinya daripada TKTI, yaitu Kelompok Kerja Penyusunan Konsep Buku Nusantara 21 yang terdiri dari 14 kelompok yang terdiri dari wakil Telkom, Indosat, dan Universitas.

d. Akomodasi terhadap nilai – nilai nasional

Walaupun label “masyarakat informasi” yang sama digunakan di berbagai negara, visi sosial yang dikandungnya memiliki content local yang unik, yang berpijak pada nilai-nilai sosial dasar masing-masing masyarakat setiap negara. Di Indonesia, konsep superhighways informasi N21 tidak terlepas dari aspek Wawasan Nusantara yang heterogen dan Ketahanan Nasional, baik dari segi ekonomi, sosial, politik, serta pertahanan keamanan, yang telah muncul sejak adanya konsep satelit.

Bahkan N21 sesungguhnya merupakan pemutakhiran dari Palapa, dengan tetap menggunakan pendekatan pada nilai-nilai yang mempersatukan nusantara. Selain itu, N21 tercakup juga dalam program Multimedia Asia (M2A), program yang bertujuan mempersatukan wlayah Asia melalui telematika.

e. Interaksi dengan kebijakan-kebijakan publik lainnya

Melalui tiga analisis yang umumnya dilakukan di semua negara (daya saing ekonomi, perbaikan kondisi sosial, liberalisasi telekomunikasi), juga analisis spesifik untuk masing- masing negara, kebijakan superhighways juga dihubungkan kepada kebijakan-kebijakan publik lainnya.

Di Indonesia, Nusantara 21 berkaitan dengan kebijakan – kebijakan mengenai daya saing ekonomi masyarakat Indonesia menghadapi pasar global, kebijakan pengurangan kesenjangan antara lapisan sosial ekonomi, kebijakan pertumbuhan industri nasional khususnya industri teknologi telekomunikasi, kebijakan perbaikan kondisi sosial masyarakat, kebijakan peningkatan pendidikan dan pengajaran serta kebijakan melestarikan kebudayaan nasional.

Sedangkan mengenai kebijakan liberalisasi telekomunikasi tampaknya tidak terlalu mendapat dukungan. Swasta dilibatkan tetapi masih terbatas. Tetapi yang tampaknya terpenting dan khas dari N21 adalah interaksinya dengan kebijakan persatuan dan kesatuan Indonesia dan pertahanan keamanan yang sangat kiat tidak lepas dari nilai-nilai Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional (Yuliar,2001)

MAKALAH VIRTUAL MACHINE (VIRTUAL PC)


MAKALAH VIRTUAL MACHINE
(VIRTUAL PC)

NAMA : RORY ZULFI ZAYADI
KELAS  : 4KA11
NPM    :13109994
TUGAS : PENGANTAR TELEMATIKA

Mesin virtual pada mulanya didefinisikan oleh Gerard J. Popek dan Robert P. Goldberg pada tahun 1974 sebagai sebuah duplikat yang efisien dan terisolasi dari suatu mesin asli. Pada masa sekarang ini, mesin-mesin virtual dapat mensimulasikan perangkat keras walaupun tidak ada perangkat keras aslinya sama sekali.[1]
Contoh, program yang ditulis dalam bahasa Java akan dilayani oleh Java Virtual Machine (JVM) dengan cara memberikan perintah-perintah yang dimengerti JVM yang selanjutnya akan memberikan hasil yang diharapkan. Dengan memberikan layanan seperti ini kepada program tersebut, perangkat lunak JVM ini berlaku sebagai sebuah "mesin virtual", sehingga program tidak lagi perlu untuk mengakses langsung melalui sistem operasi ataupun perangkat keras yang sangat bervariasi dan memerlukan pemrograman masing-masing secara spesifik.
Mesin virtual terdiri dari dua kategori besar, dipisahkan menurut cara penggunaan dan tingkat keterhubungannya dengan mesin-mesin aslinya. Sebuah mesin virtual sistem adalah perangkat yang berupa platform sistem yang lengkap dan dapat menjalankan sebuah sistem operasi yang lengkap pula. Sebaliknya, mesin virtual proses didesain untuk menjalankan sebuah program komputer tertentu (tunggal), yang berarti mesin virtual ini mendukung proses tertentu juga. Karakteristik mendasar dari sebuah mesin virtual adalah batasan-batasan bagi perangkat lunak yang berjalan di dalam mesin tersebut, sumber daya yang dibatasi, dan tidak dapat mengakses ke luar tembok batasan dunia maya itu.

Virtual machine (VM) adalah suatu environment, biasanya sebuah program atau sistem operasi, yang tidak ada secara fisik tetapi dijalankan dalam environment lain.  Dalam  konteks   ini,  VM  disebut  “guest”  sementara  environment  yang menjalankannya   disebut  “host”.   Ide   dasar   dari  virtual   machine  adalah mengabtraksi perangkat keras dari satu komputer (CPU, memori,  disk, dst) ke beberapa  environment  eksekusi,   sehingga  menciptakan   illusi  bahwa  masing-masing environment menjalankan komputernya (terpisah) sendiri. VM muncul karena pada satu komputer. Virtual Machine (VM) sendiri mulai dikenalkan oleh IBM ketika meluncurkansistem operasi mainframenya pada tahun 1965-an. Diperkenalkan untuk sistem S/370   dan   S/390   dan   disebut   sebagai   sistem  operasi  VM/ESA  (Enterprise System Architecture).
Teknologi virtual  machine memiliki  banyak kegunaan seperti  memungkinkan konsolidasi  perangkat keras,  memudahkan  recovery  sistem,  dan menjalankan perangkat lunak terdahulu.  Salah  satu penerapan penting dari teknologi  VM adalah   integrasi   lintas  platform. Beberapa   penerapan   lainnya   yang   penting adalah:
  1. Konsolidasi  server
    Jika beberapa server menjalankan aplikasi yang hanya memakan sedikit sumber daya, VM dapat digunakan untuk menggabungkan aplikasi-aplikasi tersebut sehingga berjalan pada satu server saja, walaupun aplikasi tersebut memerlukan sistem operasi yang berbeda-beda.
  2. Otomasi dan konsolidasi lingkungan pengembangan dan testing
    Setiap VM  dapat   berperan   sebagai   lingkungan   yang   berbeda,   ini  memudahkan pengembang sehingga tidak perlu menyediakan lingkungan tersebut secara fisik.
  3. Menjalankan perangkat  lunak terdahulu
    Sistem operasi dan perangkat lunak terdahulu dapat dijalankan pada sistem yang lebih baru.
  4. Memudahkan  recovery  sistem
    Solusi   virtualisasi   dapat   dipakai   untuk rencana recovery sistem yang memerlukan portabilitas dan fleksibilitas antar platform.
  5. Demonstrasi perangkat lunak
    Dengan teknologi VM, sistem operasi yang bersih dan konfigurasinya dapat disediakan secara cepat.
KELEBIHAN VIRTUAL MACHINE (VM)
  1. Hal  keamanan.
    VM memiliki  perlindungan yang  lengkap pada berbagai sistem  sumber   daya,   yaitu   dengan  meniadakan   pembagian   sumber   daya secara  langsung,  sehingga  tidak ada masalah proteksi  dalam VM.  Sistem VM adalah kendaraan yang sempurna untuk penelitian dan pengembangan sistem operasi. Dengan VM, jika terdapat suatu perubahan pada satu bagian dari mesin, maka dijamin tidak akan mengubah komponen lainnya.
  2. Memungkinkan   untuk  mendefinisikan   suatu   jaringan   dari   Virtual Machine   (VM).
    Tiap-tiap   bagian  mengirim  informasi  melalui   jaringan komunikasi  virtual.  Sekali   lagi,   jaringan  dimodelkan   setelah komunikasi fisik jaringan diimplementasikan pada perangkat lunak.
KEKURANGAN VIRTUAL MACHINE.  Beberapa kesulitan utama dari konsep VM, diantaranya adalah:
  1. Sistem penyimpanan.
    Sebagai contoh kesulitan dalam sistem penyimpanan adalah   sebagai   berikut:   Andaikan   kita   mempunyai   suatu   mesin   yang memiliki  3  disk drive  namun  ingin mendukung 7 VM.  Keadaan  ini   jelas tidak memungkinkan bagi kita untuk dapat mengalokasikan setiap disk drive untuk  tiap VM,  karena perangkat   lunak untuk mesin virtual   sendiri  akan membutuhkan   ruang disk   secara   substansial  untuk menyediakan  memori virtual  dan  spooling.  Solusinya   adalah dengan menyediakan disk  virtual atau   yang   dikenal   pula   dengan  minidisk,   dimana   ukuran   daya penyimpanannya   identik   dengan   ukuran   sebenarnya.   Dengan   demikian, pendekatan VM juga menyediakan sebuah antarmuka yang identik dengan perangkat keras yang mendasari.
  2. Pengimplementasian sulit.
    Meski konsep VM cukup baik, namun VM sulit diimplementasikan.
Contoh virtual machine : Vmware, Xen VMM , Java VM
Jenis-jenis dari VM adalah:
  1. VM sistem di mana sebuah VM dapat menjalankan sebuah  sistem operasinya  sendiri.
  2. VM proses  di  mana VM hanya menjalankan sebuah proses saja.
Kemudian VM juga dibagi berdasarkan tingkat virtualisasinya:
  1. Virtualisasi   penuh   yang  mensimulasikan   seluruh   fitur  perangkat  keras   sehingga memungkinkan perangkat   lunak berjalan pada VM tanpa  modifikasi.
  2. Virtualisasi   paruh,   di  mana   tidak   semua   fitur perangkat keras disimulasikan.
  3. Virtualisasi asli, yang mana merupakan   virtualisasi   penuh   yang   digabungkan   dengan   bantuan   perangkat keras yang mendukung virtualisasi.
v  VIRTUAL PC INTERNET KONEKSI SETUP DAN PEMECAHAN MASALAH

Jaringan pilihan

Anda dapat menggunakan salah satu metode berikut untuk mesin virtual Microsoft Windows tersambung ke Internet:
·         Virtual Switch

Gunakan pilihan ini jika Anda ingin melakukan tugas-tugas dasar, tetapi juga harus tersambung ke domain Windows NT, berbagi file dengan sistem windows lainnya, port khusus digunakan untuk membuat koneksi, atau jaringan antara sistem operasi host dan sistem operasi tamu.
·         Jaringan bersama

Gunakan pilihan ini jika Anda ingin melihat halaman Web, cek email Anda untuk pesan, situs FTP, dan melakukan tugas-tugas dasar lain online. Anda dapat menggunakan opsi ini jika komputer Macintosh host selalu terhubung ke Internet dengan modem.
·         Modem

Gunakan opsi ini apabila komputer Macintosh host tidak terhubung langsung ke jaringan atau terhubung ke Internet sebentar-sebentar. Anda harus menggunakan modem dari dalam sistem operasi tamu.
Sebelum mengkonfigurasi jaringan, memperbarui sistem operasi Anda dan salinan Virtual PC. 

Untuk memperbarui versi Mac OS 9, ikuti langkah berikut:
1.      Arahkan ke Apple menu, dan kemudian klik Panel kontrol.
2.      Klik Update perangkat lunak.
3.      Klik Update sekarang, dan kemudian ikuti petunjuk yang muncul di layar untuk menginstal versi terbaru.
Untuk memperbarui versi Mac OS X, ikuti langkah berikut:
1.      Di dermaga, klik Sistem preferensi.
2.      Klik Update perangkat lunak.
3.      Pada tab Update perangkat lunak , klik Periksa sekarang, dan kemudian ikuti petunjuk yang muncul di layar untuk menginstal versi terbaru.
Menghubungi dukungan produk Microsoft untuk informasi tentang cara mendapatkan update terbaru untuk Connectix Virtual PC untuk Mac versi 5. Untuk mengunduh update terbaru untuk Virtual PC untuk Mac versi 6, kunjungi Web site Microsoft berikut:
Gunakan tabel berikut untuk menentukan versi Virtual PC yang dapat Anda gunakan dengan sistem operasi Macintosh Anda:

Versi sistem operasi Mac
Virtual PC versi
Mac OS 9.1.1, 9.2.2 atau Mac OS 10.1.5
5.0.4
Mac OS 9.2.2 atau Mac OS 10.2.6
6.0.1
Mac OS 9.2.2 atau Mac OS 10.2.6
6.1

Virtual Switch

Virtual Switch set up sebuah alamat IP yang terpisah untuk mesin virtual. Anda dapat memperbaiki ini alamat IP atau mengkonfigurasi secara dinamis dengan DHCP. 

Catatan Microsoft tidak menganjurkan menggunakan Virtual beralih ketika komputer Macintosh host terhubung ke jaringan dengan bandara atau jaringan nirkabel lainnya.

Untuk mengkonfigurasi Virtual Switch, ikuti langkah berikut:
1.      Mulai Virtual PC.
2.      Klik mesin virtual dalam daftar Virtual PC , dan kemudian klik pengaturan. 
Catatan Jika Anda tidak dapat melihat daftar Virtual PC , klik Virtual PC, dan kemudian klik Virtual PC daftar.
3.      Klik Jaringan, dan kemudian klik untuk memilih Mengaktifkan jaringan.
4.      Klik Virtual Switch, dan kemudian klik OK.
5.      Klik Start Up. Catatan Karena ada beberapa versi Microsoft Windows, langkah berikut mungkin berbeda pada komputer Anda. Jika mereka, lihat dokumentasi produk Anda untuk melengkapi langkah ini.
6.      Di mesin virtual di Windows, jalankan Microsoft Internet Explorer. Jika Wisaya sambungan baru tidak dimulai, ikuti langkah berikut:
a.       Dalam menu Tools , klik Internet Options.
b.      Pada Connections tab, klik Setup.
7.      Klik berikutnya.
8.      Klik Sambungkan ke Internet, dan kemudian klik berikutnya.
9.      Klik mengkonfigurasi koneksi saya secara manual, dan kemudian klik berikutnya.
10.  Klik Sambungkan dengan menggunakan sambungan broadband yang ada selalu di, dan kemudian klik berikutnya.
11.  Klik Finish.
Jika Anda tidak dapat terhubung ke Internet, lihat bagian "pemecahan masalah" pada artikel ini.

Jaringan bersama

Anda dapat menggunakan Shared Networking ketika komputer Macintosh host selalu terhubung ke jaringan dengan kabel Ethernet, Bandara atau jaringan nirkabel lainnya atau modem ke penyedia layanan Internet atau jaringan. Komputer Macintosh host harus membuat sambungan sebelum Anda memulai mesin virtual. 

Untuk mengkonfigurasi berbagi jaringan, ikuti langkah berikut:
1.      Mulai Virtual PC.
2.      Klik mesin virtual dalam daftar Virtual PC , dan kemudian klik pengaturan. 

Catatan Jika Anda tidak dapat melihat daftar Virtual PC , klik Virtual PC, dan kemudian klik Virtual PC daftar.
3.      Klik Jaringan, dan kemudian klik untuk memilih Mengaktifkan jaringan.
4.      Klik Berbagi jaringan, dan kemudian klik OK.
5.      Klik Start Up. Catatan Karena ada beberapa versi Microsoft Windows, langkah berikut mungkin berbeda pada komputer Anda. Jika mereka, lihat dokumentasi produk Anda untuk melengkapi langkah ini.
6.      Di mesin virtual di Windows, jalankan Internet Explorer. Jika Wisaya sambungan baru tidak dimulai, ikuti langkah berikut:
a.       Dalam menu Tools , klik Internet Options.
b.      Pada Connections tab, klik Setup.
7.      Klik berikutnya.
8.      Klik Sambungkan ke Internet, dan kemudian klik berikutnya.
9.      Klik mengkonfigurasi koneksi saya secara manual, dan kemudian klik berikutnya.
10.  Klik Sambungkan dengan menggunakan sambungan broadband yang ada selalu di, dan kemudian klik berikutnya.
11.  Klik Finish.
Jika sambungan gagal, lihat bagian "pemecahan masalah" pada artikel ini. 


Modem

Anda dapat tersambung ke Internet atau jaringan dengan modem. Anda dapat menggunakan modem hanya untuk menghubungkan ketika komputer Macintosh host atau mesin virtual lain tidak menggunakan modem.

Untuk mengkonfigurasi jaringan dengan modem, ikuti langkah berikut:
1.      Mulai Virtual PC.
2.      Klik mesin virtual dalam daftar Virtual PC , dan kemudian klik pengaturan. 

Catatan Jika Anda tidak dapat melihat daftar Virtual PC , klik Virtual PC, dan kemudian klik Virtual PC daftar.
3.      Klik Jaringan, dan kemudian klik untuk mengosongkan kotak centang Mengaktifkan jaringan .
4.      Klik COM1 Port, dan kemudian klik Mac serial port.
5.      Arahkan ke modem, dan kemudian klik modem Anda.
6.      Klik untuk mengosongkan kotak centang Advanced Settings , dan kemudian klik OK.
7.      Klik Start Up. Catatan Karena ada beberapa versi Microsoft Windows, langkah berikut mungkin berbeda pada komputer Anda. Jika mereka, lihat dokumentasi produk Anda untuk melengkapi langkah ini.
8.      Di Windows virtual machine, titik untuk memulai, dan kemudian klik Panel kontrol.
9.      Klik dua kali Opsi telepon dan Modem.
10.  Jika Anda diminta untuk informasi lokasi, ketik informasi, dan kemudian klik OK.
11.  Pada tab modem , klik Tambah.
12.  Klik untuk memilih Jangan mendeteksi modem; Saya akan memilihnya dari daftar. Periksa kotak, dan kemudian klikberikutnya.
13.  Di bawah produsen, klik Jenis Modem standar.
14.  Di bawah model, klik (standar 56000 bps Modem).

Catatan Ini mungkin muncul sebagai generik v.90 56000 bps Modem atau standar 56000 bps V90 Modem.
15.  Klik berikutnya.
16.  Klik COM1, dan kemudian klik berikutnya.
17.  Klik selesai, dan kemudian klik OK.
18.  Jalankan Internet Explorer. Jika Wisaya sambungan baru tidak dimulai, ikuti langkah berikut: Catatan karena ada beberapa versi Microsoft Windows, langkah berikut mungkin berbeda pada komputer Anda. Jika mereka, lihat dokumentasi produk Anda untuk melengkapi langkah ini.
a.       Dalam menu Tools , klik Internet Options.
b.      Pada Connections tab, klik Setup.
19.  Klik berikutnya.
20.  Klik Sambungkan ke Internet, dan kemudian klik berikutnya.
21.  Klik mengkonfigurasi koneksi saya secara manual, dan kemudian klik berikutnya.
22.  Klik Sambungkan dengan menggunakan modem dial-up, dan kemudian klik berikutnya.
23.  Ikuti petunjuk yang muncul di layar untuk mengkonfigurasi sambungan ke penyedia layanan Internet (ISP).
24.  Dalam menu Tools , klik Internet Options.
25.  Pada Connections tab, klik selalu putar nomor sambungan asali saya, dan kemudian klik OK.
26.  Tutup Internet Explorer, dan kemudian mulai Internet Explorer.

Pemecahan Masalah

Salah satu masalah berikut dapat menyebabkan masalah ketika mencoba tersambung ke Internet:
·         Komputer Macintosh host memiliki masalah koneksi fisik seperti masalah dengan kabel atau adapter jaringan.
·         Windows tidak dapat menghubungi DHCP server.
·         Windows tidak dapat menghubungi DNS server.
·         Virtual Switch dan Bandara yang tidak kompatibel.
Menggunakan bagian berikut untuk mengatasi masalah sambungan Internet.


Periksa konektivitas Macintosh

Jika Anda menggunakan Shared jaringan atau Virtual Switch, masalah yang mempengaruhi komputer Macintosh host juga mempengaruhi mesin virtual yang menggunakan Shared Networking.

Verifikasi bahwa host Macintosh dapat terhubung ke Internet. Jika Anda tidak dapat terhubung ke situs Web, atau jika Internet browser hanya menampilkan versi luring situs Web, komputer Macintosh host mungkin memiliki masalah konektivitas. Untuk bantuan untuk memecahkan masalah ini, kunjungi berikut Apple dukungan situs Web:
Microsoft menyediakan informasi kontak pihak ketiga untuk membantu Anda menemukan dukungan teknis. Informasi kontak ini dapat berubah tanpa pemberitahuan. Microsoft tidak menjamin ketepatan dari informasi kontak pihak ketiga ini. 


Menguji resolusi nama

DNS server host menyediakan resolusi nama. Jika Anda tidak dapat terhubung ke Internet, mungkin ada masalah dengan konfigurasi DNS. Untuk menentukan apakah ada masalah dengan konfigurasi DNS dari sambungan dial-up ke ISP Anda, ikuti langkah berikut:
1.      Pada prompt perintah, ketik:
Ping Microsoft.com
2.      Tekan ENTER.

Salah satu peristiwa berikut terjadi:
o    Jika komputer dapat menghubungi server DNS untuk menerjemahkan Microsoft.com ke alamat IP, Balasan akan muncul yang mirip dengan jawaban berikut:
o     
o    Pinging microsoft.com [207.46.245.222] with 32 bytes of data:
o     
o    Request timed out.
o    Request timed out.
o    Request timed out.
o    Request timed out.
o     
o    Ping statistics for 207.46.245.222:
o     Packets: Sent = 4, Received = 0, Lost = 4 (100% loss),
o    Jika komputer tidak dapat menghubungi server DNS untuk menerjemahkan Microsoft.com ke alamat IP, Balasan akan muncul yang mirip dengan jawaban berikut:
o     
o    Ping request could not find host microsoft.com. Please check the name and try again.

Memverifikasi bahwa DHCP bekerja

Untuk memverifikasi apakah DHCP bekerja dengan benar di Virtual PC, ikuti petunjuk untuk sistem operasi tertentu Anda.
Windows 95, Windows 98, Windows 98 Second Edition, dan Windows Millennium Edition
Untuk melihat pengaturan IP Anda, ikuti langkah berikut:
1.      Klik mulai, klik Jalankan, ketik SQLUSA, dan kemudian klik OK.
2.      Dalam kotak Informasi Adapter Ethernet , pilih adapter jaringan.
3.      Klik Lebih Info untuk melihat rincian lengkap.
Untuk me-reset pengaturan IP Anda, ikuti langkah berikut:
1.      Klik mulai, klik Jalankan, ketik SQLUSA, dan kemudian klik OK.
2.      Dalam kotak Informasi Adapter Ethernet , pilih adapter jaringan.
3.      Klik rilis, klik Renew, dan kemudian klik OK.
Jika mesin virtual tidak mendapatkan alamat IP dari host, Anda mungkin harus mengaktifkan Jasa DHCP pada host, atau secara manual menetapkan alamat IP statis untuk klien. 

Ketika menggunakan Shared Networking, mesin virtual harus memperoleh informasi IP yang sama dengan informasi berikut:
 
 
DNS Servers: 192.168.131.252 
IP Address: 192.168.131.### (where ### is a number between 2 and 251)
Subnet Mask: 255.255.255.0 
Default Gateway: 192.168.131.254 
DHCP Server: 192.168.131.254
Jika angka-angka ini tidak cocok, dan Anda menggunakan Shared Networking, mencoba untuk secara manual mengkonfigurasi IP address untuk mesin virtual. Untuk melakukannya, ikuti langkah berikut:
1.      Klik mulai, klik pengaturan, dan kemudian klik Panel kontrol.
2.      Klik dua kali Jaringan, gulir ke bagian bawah daftar, dan kemudian klik TCP/IP ->Ethernet Adapter jaringan . 

Catatan Jika lain satu TCP/IP -> Adapter jaringan Ethernet perangkat muncul, klik Intel Ethernet controller atau DESEMBER Ethernet controller .
3.      Klik Properti, dan kemudian klik tentukan alamat IP.
4.      Dalam kotak Alamat IP , jenis 192.168.131.### mana ### adalah setiap nomor antara 175 dan 200. 

Catatan Angka-angka ini adalah hanya disarankan angka yang paling mungkin mengganggu dengan alamat yang ada di jaringan Anda. Setiap nomor antara 2 dan 251 juga dapat bekerja.
5.      Dalam kotak Subnet Mask , ketik:
255.255.255.0
6.      Klik Gateway tab, dan kemudian dalam kotak Baru Gateway , ketik:
192.168.131.254
7.      Klik Tambahkan.
8.      Klik tab Konfigurasi DNS , klik Mengaktifkan DNS.
9.      Dalam kotak Host , ketik:
host
10.  Dalam kotak Domain , ketik:
domain
11.  Dalam Urutan pencarian DNS Server kotak, ketik:
192.168.131.252
12.  Klik Tambah, dan kemudian klik OK.
13.  Restart mesin virtual.
Jika Anda tidak dapat terhubung ke Internet dengan mengikuti langkah-langkah ini, Virtual PC mungkin tidak dapat menemukan server DNS Macintosh Anda, dan Anda harus mengetikkan alamat IP server secara manual ke dalam Virtual PC. 

Lihat bagian "menemukan Macintosh Anda DNS Server" dari artikel ini untuk menemukan server DNS Macintosh Anda, dan kemudian ketik ke dalam kotak Urutan pencarian DNS Server yang dijelaskan dalam bagian ini. 


Windows NT, Windows 2000, atau Windows XP
Untuk melihat pengaturan IP Anda, ikuti langkah berikut:
1.      Klik Start, dan kemudian klik Run.
2.      Di kotak Buka , ketikkan:
CMD
3.      Klik OK.
4.      Jenis:
ipconfig/all
5.      Tekan ENTER.
Ketika Anda menggunakan Virtual Switch, informasi IP Anda harus muncul sama sebagai komputer lain pada jaringan Anda. Jika tidak, mengubah pengaturan di mesin virtual untuk memperbaiki ini. 

Ketika menggunakan Shared Networking, mesin virtual harus memperoleh informasi IP yang sama dengan informasi IP berikut:
 
Windows 2000 IP Configuration 
 
Host Name . . . . . . . . . . . . : Host Name 
Primary DNS Suffix . . . . . . . : DNS Suffix 
Node Type . . . . . . . . . . . . : Hybrid 
IP Routing Enabled. . . . . . . . : No 
WINS Proxy Enabled. . . . . . . . : No 
 
Ethernet adapter Local Area Connection: 
 
Connection-specific DNS Suffix . : DNS Suffix 
Description . . . . . . . . . . . : Intel 21041 Based PCI Ethernet Adapter 
Physical Address. . . . . . . . . : 00-03-FF-63-D8-FC 
DHCP Enabled. . . . . . . . . . . : Yes 
Autoconfiguration Enabled . . . . : Yes 
IP Address. . . . . . . . . . . . : 192.168.131.### (where ### is a number between 2 and 251)
Subnet Mask . . . . . . . . . . . : 255.255.255.0 
Default Gateway . . . . . . . . . : 192.168.131.254 
DHCP Server . . . . . . . . . . . : 192.168.131.254 
DNS Servers . . . . . . . . . . . : 192.168.131.252 
Lease Obtained. . . . . . . . . . : Friday, January 17, 2003 9:12:01 AM 
Lease Expires . . . . . . . . . . : Wednesday, January 22, 2020 4:00:32 AM 
 
Jika angka-angka ini tidak cocok, dan Anda menggunakan Shared Networking, mencoba untuk secara manual mengkonfigurasi IP address untuk mesin virtual. Untuk melakukannya, ikuti langkah berikut:
1.      Di Panel kontrol, klik dua kali sambungan jaringan dan Dial-up. 

Catatan Jika Anda menggunakan Windows XP, klik beralih ke tampak klasik untuk melihat ikon standar dan klik dua kaliSambungan jaringan.
2.      Klik kanan atau kontrol-klik ikon Sambungan Area lokal , dan kemudian klik Properti.
3.      Gulir ke bagian bawah daftar, dan kemudian klik Protokol Internet (TCP/IP).
4.      Klik Properti, dan kemudian klik gunakan mengikuti IP address.
5.      Dalam kotak menggunakan alamat IP berikut , ketik:
192.168.131.###
mana ### adalah setiap nomor antara 175 dan 200. 

Catatan Angka-angka ini adalah hanya disarankan angka yang paling mungkin mengganggu dengan alamat yang ada di jaringan Anda. Setiap nomor antara 2 dan 251 juga dapat bekerja.
6.      Dalam kotak Subnet mask , ketik:
255.255.255.0
7.      Dalam kotak Default Gateway , ketik:
192.168.131.254
8.      Klik menggunakan alamat server DNS berikut, dan kemudian dalam kotak server DNS yang Anda pilih dan dalam kotak server DNS alternatif , ketik:
192.168.131.252
9.      Klik OK, dan kemudian restart mesin virtual.
Jika Anda tidak dapat terhubung ke Internet dengan mengikuti langkah-langkah ini, Virtual PC mungkin tidak dapat menemukan server DNS Mac Anda, dan Anda harus memasukkan alamat IP server secara manual ke dalam Virtual PC. 

Lihat bagian "Menemukan Anda Macintosh DNS Server" dari artikel ini untuk menemukan server DNS Macintosh Anda, dan kemudian ketik ke dalam kotak Urutan pencarian DNS Server yang dijelaskan sebelumnya dalam artikel ini.

Menemukan Server DNS Anda Macintosh

Untuk menemukan alamat server DNS Macintosh Anda, pastikan bahwa koneksi Internet Anda bekerja pada Macintosh, dan kemudian ikuti langkah-langkah untuk versi sistem operasi Macintosh.
Mac OS 9
1.      Buka Control Panel, dan kemudian klik ikon TCP/IP .
2.      Server DNS Macintosh Anda muncul di bawah nama server addr di bagian bawah jendela.

Catatan Jika server DNS Macintosh muncul, hubungi ISP, atau menggunakan perangkat lain untuk menentukan Server DNS Anda Macintosh.
Mac OS 10
1.      Buka System Preferences, dan kemudian klik ikon Jaringan .
2.      Klik menu tarik-turun Tampilkan , dan kemudian klik perangkat yang Anda gunakan untuk tersambung ke Internet (misalnya, klik Built-in Ethernet).
3.      Server DNS Macintosh Anda muncul di kotak Server DNS (opsional) di sebelah kanan.
Anda juga dapat menggunakan Terminal program di Utilities folder untuk menentukan DNS server.
1.      Saat Anda diminta di utilitas Terminal , ketik:
Nslookup
2.      Tekan tombol kembali.
3.      Informasi yang sama dengan informasi berikut akan muncul:
4.       
Default Server: dnssrvr.domain.com Address: 10.0.0.11 
Nomor yang tercantum (dalam kasus ini, 10.0.0.11) adalah alamat IP server DNS. Menggunakan nomor ini jika Anda harus secara manual mengkonfigurasi DNS server dalam dua bagian sebelumnya